Banyak orang mengira bahwa untuk bekerja di hotel atau kapal pesiar, kemampuan utama yang harus dimiliki hanyalah bisa membawa makanan dan minuman ke meja tamu.
Anggapan tersebut sudah tidak cukup.
Di level pemula, seseorang mungkin masih belajar bagaimana melakukan greeting, membawa tray, menata meja, mencatat pesanan, atau mengikuti standar dasar pelayanan. Namun ketika masuk ke tingkat Intermediate Restaurant & Bar, tuntutannya mulai berbeda.
Seorang staf tidak hanya dituntut bisa menjalankan prosedur. Ia juga harus mampu membaca situasi, memahami kebutuhan tamu, berkomunikasi dengan tim, menyelesaikan masalah, serta menjaga kualitas pelayanan ketika kondisi restoran sedang ramai.
Kebutuhan kemampuan seperti ini terlihat dari jenis pekerjaan Food & Beverage yang saat ini ditawarkan industri hospitality dan kapal pesiar. Royal Caribbean Group, misalnya, mencantumkan berbagai posisi di bidang Culinary, Food & Beverage, termasuk Bar Server, Bartender, Waiter, Restaurant Attendant, hingga Chef de Partie.
Artinya, kemampuan Restaurant & Bar bukan sekadar keterampilan tambahan. Bagi calon pekerja hospitality, kemampuan tersebut dapat menjadi bagian penting dari kesiapan kerja.
Apa Itu Intermediate Restaurant & Bar?
Secara sederhana, Intermediate Restaurant & Bar dapat dipahami sebagai tahap keterampilan menengah dalam operasional restoran dan bar.
Pada tahap ini, pekerja diharapkan sudah memahami pekerjaan dasar dan mulai mampu bekerja dengan tingkat tanggung jawab yang lebih besar.
Contohnya bukan hanya mengetahui cara membawa tiga atau empat piring sekaligus, tetapi memahami kapan harus melakukan clearing, bagaimana berkomunikasi dengan kitchen, bagaimana menangani perubahan pesanan, serta bagaimana menjaga pengalaman tamu tetap baik ketika restoran sedang penuh.
Di lingkungan kapal pesiar, kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena restoran, bar, lounge, dan fasilitas hospitality beroperasi dalam lingkungan internasional.
Royal Caribbean Group sendiri menjelaskan bahwa bagian Culinary dan Food & Beverage mencakup pekerjaan restoran, lounge, bar, serta berbagai posisi yang berhubungan langsung dengan pengalaman makan dan minum tamu di kapal.
1. Menguasai Restaurant Service, Bukan Sekadar Hafal SOP
Skill pertama yang perlu dikuasai adalah kemampuan menjalankan pelayanan restoran secara utuh.
Seorang staf tingkat menengah sebaiknya memahami alur pelayanan sejak tamu datang sampai meninggalkan restoran.
Beberapa kemampuan yang perlu dikuasai antara lain:
- menyambut tamu dengan sikap profesional;
- memahami seating arrangement;
- memberikan menu dan menjelaskan pilihan makanan;
- mengambil pesanan secara akurat;
- memahami urutan pelayanan;
- berkoordinasi dengan kitchen dan bar;
- melakukan food running;
- melakukan clearing;
- menawarkan tambahan menu secara wajar;
- melakukan pengecekan kepuasan tamu;
- menangani permintaan khusus.
Perbedaannya dengan level pemula terletak pada kemampuan membaca situasi.
Misalnya, ketika satu meja sedang menunggu makanan lebih lama daripada standar pelayanan, staf tidak cukup hanya mengatakan, “Mohon menunggu.”
Ia harus mampu mencari informasi kepada kitchen, memberikan penjelasan yang tepat kepada tamu, dan memastikan masalah tersebut tidak berkembang menjadi keluhan yang lebih besar.
Kemampuan seperti inilah yang membuat seorang waiter atau restaurant attendant terlihat profesional.
2. Bahasa Inggris Harus Dipakai untuk Berkomunikasi
Bahasa Inggris menjadi salah satu kemampuan yang sangat berguna bagi pekerja hospitality, terutama bagi mereka yang memiliki target bekerja di luar negeri atau kapal pesiar.
Tidak berarti calon pekerja harus memiliki aksen seperti orang Inggris atau Amerika.
Yang jauh lebih penting adalah kemampuan memahami instruksi dan berkomunikasi dengan jelas.
Beberapa kalimat yang sebaiknya dikuasai antara lain:
Greeting
“Good evening, welcome to our restaurant.”
Taking order
“May I take your order?”
Clarifying
“Would you like that with rice or potatoes?”
Handling complaints
“I’m sorry about the inconvenience. Let me check that for you.”
Closing service
“Thank you for dining with us. Have a wonderful evening.”
Kemampuan bahasa juga perlu diperluas ke istilah makanan, metode memasak, jenis minuman, alergi makanan, permintaan khusus, hingga istilah pekerjaan.
Untuk kapal pesiar, kemampuan komunikasi menjadi semakin penting karena lingkungan kerja dapat mempertemukan pekerja dengan tamu dan rekan kerja dari berbagai negara.
3. Memahami Dasar Bar dan Beverage Service
Nama “Restaurant & Bar” bukan tanpa alasan.
Seorang pekerja F&B tingkat menengah sebaiknya tidak hanya memahami makanan, tetapi juga mempunyai pengetahuan dasar mengenai minuman.
Materinya dapat mencakup:
- coffee;
- tea;
- soft drink;
- juice;
- mocktail;
- cocktail;
- beer;
- wine;
- basic spirits;
- garnish;
- glassware;
- bar equipment;
- beverage presentation;
- responsible service.
Untuk calon bartender, tentu diperlukan kemampuan yang lebih dalam. Namun waiter dan restaurant attendant pun akan memperoleh keuntungan apabila memahami dasar beverage.
Misalnya, ketika tamu bertanya mengenai perbedaan beberapa jenis wine atau meminta rekomendasi minuman yang cocok dengan makanan, staf yang mempunyai pengetahuan beverage dapat memberikan jawaban dengan lebih percaya diri.
4. Upselling Tanpa Membuat Tamu Merasa Dipaksa
Upselling sering disalahartikan sebagai memaksa tamu membeli lebih banyak.
Padahal, teknik yang baik justru berangkat dari kebutuhan tamu.
Contohnya:
“Would you like to add a dessert after your main course?”
Atau ketika tamu memilih steak:
“Would you like to add our recommended sauce?”
Kuncinya adalah memberikan pilihan, bukan tekanan.
Di tingkat intermediate, pekerja F&B mulai perlu memahami bagaimana membaca peluang penjualan sambil tetap menjaga pengalaman tamu.
Skill ini juga berkaitan dengan pemahaman menu.
Jika seorang waiter tidak mengetahui bahan, ukuran porsi, metode memasak, atau karakteristik sebuah menu, ia akan kesulitan memberikan rekomendasi.
5. Food Knowledge Menjadi Pembeda
Pekerja restaurant tidak harus menjadi chef.
Namun semakin baik pengetahuan tentang makanan, semakin mudah memberikan pelayanan.
Setidaknya seorang staf perlu memahami:
- bahan utama;
- metode memasak;
- tingkat kematangan;
- jenis saus;
- garnish;
- side dish;
- bahan yang berpotensi menyebabkan alergi;
- menu vegetarian;
- menu vegan;
- menu dengan kebutuhan diet tertentu.
Dalam industri hospitality internasional, kemampuan menjelaskan makanan secara akurat juga berhubungan dengan keamanan dan kenyamanan tamu.
Karena itu, jangan hanya menghafal nama menu. Pahami apa yang sebenarnya disajikan.
6. Hygiene dan Food Safety Tidak Boleh Dianggap Sepele
Pelayanan yang terlihat mewah tidak akan berarti banyak jika standar kebersihan diabaikan.
Pekerja Restaurant & Bar harus memahami kebersihan pribadi, kebersihan peralatan, penyimpanan makanan, penanganan bahan, serta prosedur keselamatan yang berlaku di tempat kerja.
Untuk lingkungan kapal, aspek makanan dan catering juga menjadi bagian dari kerangka Maritime Labour Convention.
ILO menjelaskan bahwa MLC 2006 mencakup berbagai aspek kehidupan dan pekerjaan pelaut, termasuk akomodasi, makanan, catering, kesehatan dan keselamatan kerja, serta perlindungan kondisi kerja.
Dalam ketentuan MLC, staf catering harus mendapatkan pelatihan atau instruksi yang sesuai dengan posisinya. Untuk ship’s cook yang bertanggung jawab atas persiapan makanan, terdapat persyaratan pelatihan dan kualifikasi untuk posisi tersebut.
Jadi, hygiene bukan sekadar materi sekolah atau formalitas interview. Ini bagian dari profesionalisme kerja.
7. Table Setting dan Service Sequence
Skill berikutnya adalah memahami penataan meja dan urutan pelayanan.
Seorang pekerja tingkat intermediate sebaiknya mampu melakukan table setup sesuai konsep restoran dan jenis pelayanan yang digunakan.
Ia juga perlu memahami perbedaan kebutuhan antara:
- breakfast;
- lunch;
- dinner;
- buffet;
- fine dining;
- banquet;
- room service;
- specialty restaurant.
Setiap outlet dapat mempunyai karakter pelayanan yang berbeda.
Karena itu, pekerja yang hanya menghafal satu SOP akan lebih mudah mengalami kesulitan ketika berpindah outlet.
Kemampuan beradaptasi menjadi nilai tambah.
8. Handling Complaint Harus Dilatih
Tidak semua tamu akan selalu puas.
Ada kalanya makanan datang terlambat. Pesanan salah. Minuman tidak sesuai. Meja kurang nyaman. Atau tamu memang sedang memiliki ekspektasi yang sangat tinggi.
Pekerja Restaurant & Bar harus belajar menghadapi situasi tersebut tanpa langsung bersikap defensif.
Gunakan pola sederhana:
Listen → Apologize → Clarify → Act → Follow Up
Dengarkan masalahnya.
Tunjukkan empati.
Pastikan Anda memahami persoalannya.
Ambil tindakan sesuai kewenangan.
Kemudian kembali memastikan bahwa masalah sudah selesai.
Pekerja yang mampu menyelesaikan masalah dengan tenang biasanya lebih siap menghadapi operasional restoran yang dinamis.
9. POS, Billing, dan Cash Handling
Dunia F&B semakin bergantung pada sistem digital.
Karena itu, calon pekerja sebaiknya tidak hanya belajar pelayanan manual.
Pemahaman terhadap:
- POS system;
- order entry;
- split bill;
- payment;
- discount;
- void;
- correction;
- receipt;
- cash handling;
- basic inventory;
akan sangat membantu.
Tidak semua hotel dan kapal menggunakan sistem yang sama. Oleh sebab itu, yang paling penting adalah memahami prinsip kerjanya dan mampu mempelajari software baru dengan cepat.
10. Teamwork dengan Kitchen dan Department Lain
Restaurant tidak pernah bekerja sendirian.
Waiter membutuhkan kitchen.
Bar membutuhkan service team.
Restaurant membutuhkan stewarding.
Operasional juga dapat berhubungan dengan housekeeping, front office, purchasing, finance, hingga management.
Contoh sederhana:
Tamu meminta makanan tanpa bahan tertentu.
Waiter harus memahami permintaan tersebut, menyampaikannya kepada kitchen, memastikan informasi diterima, kemudian melakukan pengecekan sebelum makanan disajikan.
Satu kesalahan komunikasi dapat memengaruhi pengalaman tamu.
Karena itu, teamwork dan komunikasi internal merupakan bagian penting dari skill intermediate.
11. Kemampuan Bekerja Saat Restoran Ramai
Ini salah satu perbedaan paling terasa antara latihan dan kondisi kerja sebenarnya.
Saat restoran sepi, hampir semua pekerjaan terlihat mudah.
Masalah biasanya muncul ketika beberapa meja memesan bersamaan, telepon berbunyi, tamu baru datang, kitchen sedang padat, dan ada permintaan khusus pada saat yang sama.
Pada kondisi seperti itu, pekerja harus mampu menentukan prioritas.
Mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu?
Mana yang bisa ditunda?
Siapa yang harus diberi informasi?
Apakah membutuhkan bantuan rekan kerja?
Kemampuan menjaga ketenangan saat peak hour merupakan skill yang sangat berharga.
12. Hotel dan Kapal Pesiar Sama-Sama Membutuhkan Profesional F&B
Peluang F&B tidak hanya berada di kapal pesiar.
Di Indonesia sendiri, perusahaan hotel internasional masih membuka berbagai posisi terkait makanan dan minuman.
Sebagai contoh, Marriott Careers menampilkan posisi Food & Beverage Service Expert di Bandung. Deskripsi pekerjaannya mencakup pelayanan makanan dan minuman, komunikasi dengan kitchen, interaksi dengan tamu, serta menjaga area kerja dan standar keselamatan.
Di Manado, Marriott juga mencantumkan posisi Assistant Food & Beverage Manager untuk properti yang dijadwalkan membuka operasi pada kuartal ketiga 2026.
Di sisi kapal pesiar, Royal Caribbean Group secara resmi menyediakan jalur karier untuk pekerjaan Culinary, Food & Beverage, Hotel Operations, dan bidang lainnya.
Ini menunjukkan bahwa kemampuan F&B memiliki penerapan yang luas, baik untuk karier di Indonesia maupun pasar internasional.
13. Mengapa Skill Intermediate Penting Sebelum Melamar Kapal Pesiar?
Banyak calon pekerja berfokus pada pertanyaan:
“Bagaimana caranya supaya bisa diterima kerja di kapal pesiar?”
Pertanyaan tersebut memang penting.
Tetapi ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting:
“Kalau diterima, apakah saya benar-benar siap bekerja?”
Kapal pesiar bukan sekadar tempat bekerja sambil bepergian.
Pekerja harus beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional, jadwal operasional, standar perusahaan, rekan kerja dari berbagai latar belakang, serta tuntutan pelayanan yang konsisten.
Karena itu, kemampuan teknis harus berjalan bersama sikap kerja.
Disiplin, komunikasi, stamina, kemampuan menerima kritik, kerja sama, dan kemauan belajar tidak kalah penting dari kemampuan membawa tray atau membuat minuman.
14. Bagaimana Cara Meningkatkan Skill Restaurant & Bar?
Cara paling efektif adalah menggabungkan teori dengan praktik.
Jangan hanya membaca modul.
Latihan secara langsung.
Misalnya:
Minggu pertama: fokus pada greeting, table setup, menu knowledge, dan service sequence.
Minggu kedua: latihan beverage, tray handling, POS, billing, dan basic upselling.
Minggu ketiga: simulasi complaint handling, interview bahasa Inggris, dan kondisi restoran saat ramai.
Minggu berikutnya: lakukan evaluasi dan ulangi bagian yang masih lemah.
Bagi calon pekerja yang mencari pelatihan di Yogyakarta, Symphony Training Center menyediakan program Food & Beverage Service yang mencakup pelayanan restoran, hotel, dan kapal pesiar, termasuk materi terkait service, restaurant, bar, dan etika pelayanan internasional. Informasi tersebut berasal dari situs resmi lembaga tersebut, sehingga calon peserta tetap sebaiknya mengecek kurikulum dan ketentuan terbaru sebelum mendaftar.
15. Jangan Hanya Mengejar Sertifikat
Sertifikat memang dapat menjadi bagian dari dokumen pendukung.
Namun perusahaan tidak akan melihat selembar sertifikat saja.
Ketika interview, kemampuan kandidat dapat terlihat dari cara berbicara, pengetahuan menu, pemahaman service, bahasa Inggris, sikap, grooming, pengalaman praktik, dan cara menjawab pertanyaan situasional.
Karena itu, target yang lebih tepat bukan:
“Saya harus punya banyak sertifikat.”
Melainkan:
“Saya harus benar-benar bisa melakukan pekerjaannya.”
Sertifikat kemudian menjadi bukti pendukung bahwa proses pembelajaran pernah dijalani.
Kesimpulan
Intermediate Restaurant & Bar adalah tahap penting bagi seseorang yang ingin berkembang di bidang Food & Beverage.
Skill yang perlu dikuasai tidak berhenti pada table service. Calon pekerja perlu memahami restaurant operation, beverage, bahasa Inggris, menu knowledge, hygiene, POS, upselling, complaint handling, teamwork, serta kemampuan bekerja dalam kondisi sibuk.
Untuk karier di kapal pesiar, persiapannya bahkan perlu lebih serius karena lingkungan kerja bersifat internasional dan memiliki standar operasional yang berbeda-beda.
Data lowongan industri juga menunjukkan bahwa pekerjaan Food & Beverage memiliki banyak jalur, mulai dari waiter, restaurant attendant, bartender, bar server, chef hingga posisi manajemen.
Jadi, sebelum mengatakan “saya siap kerja di hotel atau kapal pesiar,” pastikan kemampuan dasar sudah naik ke level yang lebih matang.
Karena pada akhirnya, perusahaan tidak hanya mencari orang yang pernah belajar Restaurant & Bar.
Mereka membutuhkan orang yang siap bekerja di Restaurant & Bar.
Tentang Symphony Training Center
Symphony Training Center merupakan lembaga pelatihan perhotelan dan kapal pesiar di Yogyakarta yang menyediakan program Culinary Arts, Food & Beverage Service, Housekeeping, dan Front Office. Informasi resmi lembaga juga tercatat dalam data satuan pendidikan Kemendikdasmen sebagai LKP Symphony Training Center.
Untuk informasi program, fasilitas, proses pelatihan, dan pendaftaran, calon peserta sebaiknya menggunakan kanal resmi Symphony Training Center dan memastikan seluruh informasi biaya, tahapan seleksi, serta dokumen diperoleh langsung dari pihak terkait.
Website resmi: Symphony Training Center Yogyakarta
Mulai Langkahmu Bersama Symphony Training Center Sekolah dan Pelatihan Kapal pesiar Jogja
Dapatkan pelatihan profesional dan bimbingan karier lengkap di Symphony Training Center, lembaga pelatihan kapal pesiar dan perhotelan terpercaya di Indonesia.
🎓 Daftar sekarang di Symphony Training Center – lembaga sekolah kapal pesiar dan perhotelan jogja terpercaya, yang telah mengantarkan banyak alumni bekerja ke Dubai, Qatar, Malaysia, hingga kapal pesiar Eropa dan Amerika!
📆 Kelas baru dibuka setiap bulan. Kuota terbatas hanya 25 peserta/kelas!
📲 Atau langsung hubungi admin via WhatsApp [klik disini]
yuk follow social media kami, jika ingin mengetahui lebih lanjut kegiatan di Symphoni Training center
Instagram
TikTok
Threads