Skip to content

Jobdesk Housekeeping Hotel Bintang 5: Tugas & Skill yang Wajib Dikuasai

Jobdesk yang Harus Dilakukan oleh Seorang Housekeeping Hotel Bintang 5

Banyak orang mengira pekerjaan housekeeping hotel hanya sebatas membersihkan kamar, mengganti sprei, lalu selesai. Padahal, pekerjaan seorang housekeeping hotel bintang 5 jauh lebih kompleks.

Di balik kamar hotel yang terlihat rapi, wangi, bersih, dan nyaman, ada prosedur kerja yang harus dilakukan secara teliti. Mulai dari mempersiapkan trolley, mengecek status kamar, membersihkan bathroom, mengganti linen, melengkapi amenities, sampai melaporkan kerusakan atau barang tamu yang tertinggal.

Di hotel dengan standar pelayanan tinggi, detail kecil bisa sangat menentukan pengalaman tamu.

Lalu, sebenarnya apa saja jobdesk housekeeping hotel bintang 5? Berikut penjelasan lengkapnya.


Apa Itu Housekeeping Hotel?

Housekeeping merupakan departemen hotel yang bertanggung jawab menjaga kebersihan, kerapian, kenyamanan, serta kondisi berbagai area hotel.

Tugas housekeeping tidak hanya berada di kamar tamu. Departemen ini dapat mencakup room section, public area, laundry, linen, hingga fungsi pendukung lainnya, tergantung struktur masing-masing hotel. Detik juga menjelaskan bahwa housekeeping memiliki tanggung jawab yang luas, mulai dari kebersihan kamar dan area publik sampai pengelolaan linen serta koordinasi antarbagian.

Pada hotel bintang 5, standar pekerjaan biasanya menuntut ketelitian yang lebih tinggi karena tamu mengharapkan pelayanan yang konsisten dan kondisi fasilitas yang terjaga.


Jobdesk Housekeeping Hotel Bintang 5

Berikut beberapa pekerjaan utama yang perlu dikuasai seorang housekeeping, khususnya Room Attendant.

1. Mempersiapkan Trolley Sebelum Mulai Bekerja

Sebelum masuk ke area kamar, Room Attendant perlu memastikan perlengkapan kerja sudah tersedia.

Isi trolley dapat mencakup:

  • Clean linen
  • Bath towel
  • Hand towel
  • Face towel
  • Bath mat
  • Guest amenities
  • Cleaning supplies
  • Trash bag
  • Tissue
  • Guest supplies
  • Perlengkapan pendukung lainnya

Persiapan ini penting agar pekerjaan tidak bolak-balik mengambil barang ketika sedang membersihkan kamar.

IHG dalam salah satu deskripsi posisi Room Attendant juga mencantumkan kewajiban menjaga ketersediaan perlengkapan, amenities, serta memastikan trolley siap digunakan.


2. Mengecek Status Kamar

Sebelum masuk ke kamar, housekeeping perlu mengetahui status kamar.

Contohnya:

  • Vacant Clean
  • Vacant Dirty
  • Occupied
  • Check Out
  • Stay Over
  • Out of Order
  • Do Not Disturb

Informasi tersebut membantu menentukan kamar mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu.

Housekeeping juga harus mengikuti prosedur hotel ketika memasuki kamar, termasuk memastikan kamar dapat dimasuki dengan aman dan sesuai ketentuan akses. Prosedur tersebut tercantum dalam beberapa deskripsi pekerjaan Room Attendant Marriott.


3. Membersihkan dan Merapikan Tempat Tidur

Bed making merupakan salah satu kemampuan dasar yang wajib dikuasai.

Pekerja housekeeping biasanya harus:

  1. Melepas linen kotor.
  2. Memeriksa kondisi mattress dan bed.
  3. Memasang fitted sheet atau sheet sesuai standar hotel.
  4. Memasang linen bersih.
  5. Memasang duvet atau blanket.
  6. Merapikan pillow.
  7. Memastikan posisi bed terlihat simetris.
  8. Melakukan final check.

Pada hotel dengan standar tinggi, tempat tidur bukan sekadar harus bersih. Penampilannya juga harus terlihat rapi dan siap digunakan tamu.

Marriott mencantumkan pembuatan tempat tidur, penggantian linen, pembersihan kamar mandi, dusting, vacuuming, dan pengisian kembali amenities sebagai bagian dari pekerjaan Room Attendant.


4. Membersihkan Bathroom

Bathroom menjadi salah satu area yang sangat diperhatikan oleh tamu.

Housekeeping perlu membersihkan berbagai bagian seperti:

  • Bathtub
  • Shower area
  • Wash basin
  • Toilet
  • Mirror
  • Floor
  • Glass
  • Faucet
  • Amenities area

Setelah selesai, petugas harus memastikan tidak ada noda, rambut, water mark, atau sisa produk pembersih yang tertinggal.

Marriott menjelaskan bahwa Housekeeper bertanggung jawab memastikan kamar dan bathroom berada dalam kondisi bersih dan higienis, termasuk membersihkan bathroom serta melakukan restocking.


5. Melakukan Dusting dan Vacuuming

Debu yang terlihat mungkin langsung membuat kamar terasa kurang terawat.

Karena itu housekeeping melakukan dusting pada berbagai permukaan seperti:

  • Meja
  • Headboard
  • Furniture
  • Lampu
  • Televisi
  • Rak
  • Permukaan dekorasi
  • Area yang sulit terlihat

Selanjutnya, lantai dan karpet dibersihkan menggunakan vacuum cleaner sesuai jenis permukaannya.

Pekerjaan tersebut juga tercantum dalam standar pekerjaan Room Attendant di Marriott dan IHG.


6. Mengganti dan Melengkapi Amenities

Setelah kamar dibersihkan, housekeeping harus memastikan amenities tersedia sesuai standar hotel.

Contohnya:

  • Shampoo
  • Conditioner
  • Body wash
  • Soap
  • Tissue
  • Drinking water
  • Coffee atau tea
  • Slippers
  • Towel
  • Guest stationery

Jumlah dan jenis amenities dapat berbeda berdasarkan kebijakan masing-masing hotel.

Jadi, jangan asal menaruh barang. Housekeeping perlu mengikuti standard operating procedure (SOP) hotel.


7. Mengecek Kondisi Fasilitas Kamar

Housekeeping bukan teknisi hotel, tetapi mereka berada di dalam kamar setiap hari sehingga memiliki posisi penting dalam menemukan masalah.

Misalnya:

  • Lampu mati
  • AC bermasalah
  • TV tidak menyala
  • Keran bocor
  • Toilet bermasalah
  • Furniture rusak
  • Shower bermasalah
  • Amenities kurang

Jika menemukan masalah, housekeeping perlu melaporkannya kepada supervisor atau departemen terkait.

Marriott dan IHG sama-sama mencantumkan kewajiban melaporkan kerusakan, maintenance issue, atau kondisi yang perlu ditindaklanjuti.


8. Menangani Lost and Found

Ini salah satu bagian penting yang sering dianggap sepele.

Jika menemukan barang milik tamu, housekeeping tidak boleh menyimpannya untuk kepentingan pribadi.

Barang harus ditangani berdasarkan prosedur Lost and Found hotel.

Contohnya:

  • Dompet
  • Jam tangan
  • Perhiasan
  • Handphone
  • Charger
  • Dokumen
  • Pakaian
  • Barang elektronik

IHG secara eksplisit memasukkan kewajiban melaporkan, menyerahkan, dan mencatat barang Lost and Found sesuai prosedur perusahaan.

Kejujuran dalam hal seperti ini bukan sekadar attitude bagus. Ini bagian dari profesionalisme hospitality.


9. Melakukan Room Inspection

Setelah kamar selesai dibersihkan, pekerjaan belum tentu selesai.

Housekeeping perlu melakukan self-inspection.

Yang dicek antara lain:

  • Bed sudah rapi
  • Linen bersih
  • Bathroom bersih
  • Amenities lengkap
  • Floor bersih
  • Furniture bebas debu
  • Trash sudah dibuang
  • Lampu dan fasilitas dalam kondisi baik
  • Tidak ada barang tertinggal
  • Room appearance sesuai standar

Marriott bahkan mencantumkan self-inspection dan pelaporan status kamar kepada supervisor sebagai bagian dari pekerjaan Housekeeper.


10. Melaporkan Status Kamar

Setelah kamar selesai, statusnya perlu diperbarui melalui sistem atau mekanisme yang digunakan hotel.

Tujuannya agar departemen lain mengetahui bahwa kamar sudah siap digunakan.

Hal ini sangat penting bagi Front Office karena informasi kesiapan kamar dapat berhubungan langsung dengan proses kedatangan tamu.

Satu kamar yang belum benar-benar siap tetapi sudah dianggap siap bisa menciptakan masalah pelayanan.


11. Menangani Permintaan Tamu

Housekeeping juga dapat berinteraksi langsung dengan tamu.

Misalnya tamu meminta:

  • Extra towel
  • Extra pillow
  • Additional amenities
  • Baby cot
  • Extra blanket
  • Cleaning service
  • Bantuan tertentu sesuai fasilitas hotel

Housekeeping harus merespons dengan sopan dan sesuai prosedur.

Dalam deskripsi Room Attendant Marriott, respons terhadap permintaan khusus tamu secara cepat, ramah, dan efisien juga menjadi bagian dari pekerjaan.


12. Menjaga Privasi dan Keamanan Tamu

Housekeeping bekerja di area pribadi tamu.

Karena itu, confidentiality dan guest privacy menjadi hal yang penting.

Petugas tidak boleh:

  • Membuka barang pribadi tamu tanpa alasan yang sah.
  • Mengambil foto barang milik tamu.
  • Membicarakan kondisi pribadi tamu.
  • Membagikan informasi kamar kepada orang yang tidak berkepentingan.
  • Memasuki kamar tanpa mengikuti prosedur hotel.

Profesional hospitality bukan hanya soal senyum dan kamar yang bersih. Cara menjaga privasi tamu juga menjadi bagian dari kualitas pelayanan.


13. Menjaga Kebersihan Area Publik

Housekeeping hotel tidak selalu bekerja di dalam kamar.

Ada juga Public Area Attendant yang bertugas menjaga area seperti:

  • Lobby
  • Corridor
  • Public restroom
  • Lift area
  • Restaurant area tertentu
  • Meeting area
  • Recreational area
  • Area umum lainnya

Detik mencatat Public Area Section sebagai bagian dari housekeeping yang bertanggung jawab terhadap kebersihan area publik hotel.


14. Menjaga dan Mengontrol Peralatan Kerja

Peralatan housekeeping juga harus dirawat.

Misalnya:

  • Vacuum cleaner
  • Mop
  • Cleaning bucket
  • Cleaning cloth
  • Trolley
  • Cleaning chemicals
  • Brush
  • Glass cleaning tools

Housekeeping perlu memastikan alat dalam kondisi baik dan melaporkan apabila terjadi kerusakan.

Pengelolaan perlengkapan juga berkaitan dengan efisiensi operasional karena penggunaan supplies yang berlebihan dapat meningkatkan biaya departemen.


15. Melakukan Deep Cleaning

Selain pekerjaan rutin, hotel juga dapat memiliki jadwal deep cleaning.

Berbeda dengan pembersihan harian, deep cleaning biasanya lebih menyeluruh.

Contohnya:

  • Membersihkan area yang sulit dijangkau.
  • Membersihkan furniture secara lebih detail.
  • Membersihkan carpet.
  • Membersihkan kaca secara menyeluruh.
  • Membersihkan bagian tertentu dari bathroom.
  • Melakukan pekerjaan tambahan berdasarkan jadwal hotel.

Marriott mencantumkan deep-cleaning tasks sebagai bagian dari kemungkinan tanggung jawab Room Attendant.


Housekeeping Hotel Bintang 5 Tidak Hanya Soal Bersih

Inilah bagian yang sering disalahpahami calon pekerja hospitality.

Housekeeping bukan sekadar pekerjaan membersihkan kamar.

Seorang housekeeping harus mampu menggabungkan beberapa kemampuan sekaligus:

Cleaning Skill + Attention to Detail + Communication + Guest Service + Teamwork + Discipline

Karena itu, orang yang bekerja di housekeeping perlu memiliki ketelitian tinggi.

Contohnya sederhana.

Tamu mungkin tidak pernah berkata:

“Wow, housekeeping sudah membersihkan bagian atas headboard.”

Tetapi ketika ada debu di sana, tamu bisa saja langsung merasa kamar kurang terawat.

Itulah dunia housekeeping. Kerja bagus sering kali justru terlihat dari hal-hal yang tidak disadari tamu.

Marriott sendiri menggambarkan fungsi housekeeping bukan hanya memberikan kamar bersih, tetapi turut menciptakan pengalaman menginap yang berkesan.


Skill yang Harus Dimiliki Housekeeping Hotel Bintang 5

Kalau kamu tertarik bekerja sebagai housekeeping hotel, beberapa kemampuan berikut layak dipersiapkan sejak awal.

1. Cleaning Skill

Memahami cara membersihkan berbagai jenis area dan permukaan.

2. Bed Making

Mampu merapikan tempat tidur sesuai standar hotel.

3. Bathroom Cleaning

Memahami urutan dan teknik membersihkan bathroom.

4. Attention to Detail

Mampu menemukan hal kecil yang sering terlewat.

5. Communication

Mampu berkomunikasi dengan tamu, supervisor, dan departemen lain.

6. English

Bahasa Inggris membantu ketika berhadapan dengan tamu asing, terutama di hotel dengan banyak wisatawan internasional.

7. Time Management

Mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target waktu.

8. Teamwork

Housekeeping tidak bekerja sendirian. Ada Room Attendant, Supervisor, Houseman, Laundry, Linen, Public Area dan bagian lainnya.

9. Grooming

Penampilan bersih, rapi, dan profesional merupakan bagian dari citra pelayanan.

10. Integrity

Kejujuran sangat penting, terutama ketika menangani barang tamu, akses kamar, dan informasi yang bersifat pribadi.


Apa Bedanya Housekeeping Hotel Bintang 5 dengan Hotel Biasa?

Secara prinsip, tugas dasarnya tetap sama: menjaga kebersihan, kerapian, keamanan, dan kenyamanan.

Namun, standar operasional, fasilitas, tipe kamar, jumlah amenities, detail pelayanan, serta ekspektasi tamu dapat berbeda antarhotel.

Karena itu, jangan menganggap semua hotel bintang 5 memiliki SOP yang persis sama.

Setiap brand mempunyai standar dan training masing-masing.

Contohnya, Marriott mempunyai posisi housekeeping dengan tanggung jawab yang mencakup kebersihan kamar, bathroom, linen, amenities, pemeriksaan kamar, hingga respons terhadap permintaan tamu. IHG juga mencantumkan inspeksi kamar, pengisian supplies, kebersihan public area, serta kontrol amenities dalam jalur karir housekeeping mereka.


Apakah Housekeeping Bisa Menjadi Karir di Hotel dan Kapal Pesiar?

Bisa.

Skill housekeeping termasuk salah satu skill hospitality yang dapat digunakan di berbagai lingkungan kerja.

Pengalaman di hotel dapat menjadi bekal untuk mengembangkan karir ke berbagai bidang hospitality, termasuk properti internasional dan industri kapal pesiar, tergantung kualifikasi, pengalaman, kemampuan bahasa, serta persyaratan perusahaan.

Yang penting bukan hanya bisa membersihkan kamar.

Calon pekerja perlu memahami:

SOP → Cleaning → Guest Service → Communication → Safety → Teamwork → Reporting

Semakin lengkap skill yang dimiliki, semakin banyak pula peluang yang dapat dipertimbangkan.


Kesimpulan

Jobdesk housekeeping hotel bintang 5 mencakup jauh lebih banyak daripada sekadar membersihkan kamar.

Seorang housekeeping harus mampu:

  • Menyiapkan trolley.
  • Memeriksa status kamar.
  • Melakukan bed making.
  • Membersihkan bathroom.
  • Melakukan dusting dan vacuuming.
  • Mengganti linen.
  • Melengkapi amenities.
  • Mengecek fasilitas kamar.
  • Menangani Lost and Found.
  • Melakukan room inspection.
  • Melaporkan status kamar.
  • Menangani permintaan tamu.
  • Menjaga privasi tamu.
  • Membersihkan area publik.
  • Merawat peralatan.
  • Melakukan deep cleaning sesuai jadwal.

Pada akhirnya, tujuan utama housekeeping adalah menciptakan lingkungan hotel yang bersih, nyaman, aman, rapi, dan siap memberikan pengalaman terbaik bagi tamu.

Jadi, kalau kamu sedang mempersiapkan diri untuk bekerja di hotel, jangan hanya belajar “cara membersihkan kamar”. Pelajari juga SOP housekeeping, grooming, komunikasi, English, guest service, safety, Lost and Found, room inspection, dan teamwork.

Karena di industri hospitality, detail kecil bisa punya dampak yang besar.

Mulai Langkahmu Bersama Symphony Training Center Sekolah dan Pelatihan Kapal pesiar Jogja

Dapatkan pelatihan profesional dan bimbingan karier lengkap di Symphony Training Center, lembaga pelatihan kapal pesiar dan perhotelan terpercaya di Indonesia.

🎓 Daftar sekarang di Symphony Training Centerlembaga sekolah kapal pesiar dan perhotelan jogja terpercaya, yang telah mengantarkan banyak alumni bekerja ke Dubai, Qatar, Malaysia, hingga kapal pesiar Eropa dan Amerika!

📆 Kelas baru dibuka setiap bulan. Kuota terbatas hanya 25 peserta/kelas!

📲 Atau langsung hubungi admin via WhatsApp [klik disini]

yuk follow social media kami, jika ingin mengetahui lebih lanjut kegiatan di Symphoni Training center
Instagram
TikTok
Threads

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Customer Service kami akan membalas secepatnya!
👋 Hi, apakah ada yang bisa kami bantu?